Thursday, September 25, 2014

Suicide


Di sebuah pulau kecil terdapat seorang yang merasa hampa dan depresi dalam hidupnya. karena ia di tinggal pacarnya meninggal, sebenarnya mereka hampir menikah tetapi ketika pacarnya dalam perjalanan dari rumahnya untuk menikah, selama di jalan dia kecelakaan antara mobil dan truk, karena truk dengan kecepatan tinggi hilang kendali dan mengalami rem blong. Oleh sebab itu dia melarikan diri dari perkotaan dan tak diketahui siapapun karna bingung dengan jalan hidupnya, selalu banyak masalah yang menghampirinnya, agamapun dia tak punya. Dulu dia memang menganut agama tertentu yang dipeluknya, tetapi itu hanya membuatnya semakin depresi yang berkepanjangan yang tak ada habisnya, lalu dia memutuskan untuk tidak beragama. Selama bertahun-tahun depresi yang di alaminya tak kunjung pulih. Padahal sebenarnya dia sudah memiliki segalanya diantaranya teman, harta, dan apapun. Tapi semua itu hanya sia-sia baginya dan tak bisa membuatnya pulih dari depresi. Sejujurnya dia ingin memulainya dari awal tetapi dia selalu takut untuk melakukkanya karna kegelapan yang selalu menghantuinnya dan selalu membisikinnya untuk melakukan bunuh diri lalu ketika dia ingin melakukan itu semua dia berfikir bahwa dia tidak sehebat yang dia pikirkan, kematian juga selalu menghantuinnya, selalu merasa putus asa yang dia rasakan dan bingung dengan apa yang dia ingin lakukan untuk merubah dirinnya kembali dari awal, dan dengan cara apa dia bisa melewati masa kelamnya yang berkepanjangan. Sejujurnya dia sangat ingin menemukan orang yang bisa membantunya keluar dari masalah yang dia dapatkan. Namun dia merasa rentan untuk mendapatkan seseorang, dan dia merasa tak pernah ada teman yang mengerti apa yang dia rasakkan selama ini. Hanya teman-teman dekatnya saja yang mau mengerti waktu dia berada di perkotaan. Tetapi dia tak mau mendekati teman dekatnya yang sebenernya ingin sekali membantunnya, karena merasa dirinnya paling buruk di antara yang lainnya dan tak pantas hidup, Tak tau apalagi yang dia harus katakkan, walaupun ada kata-kata yang terucap tetapi dengan siapa dia berbicara untuk mengatakkan sebenarnya apa yang terjadi padannya, seakan tak ada seorangpun yang merasa peduli dengannya, dia terus merasa jatuh dalam kesalahannya sendiri, seakan dia merasa di ujung dunia yang sangat mengerikan. Akhirnya dia bunuh diri dengan sebuah pisau yang berasal dari kayu yang ia buat sendiri. Dan tak ada seorangpun yang tau bahwa dirinya mati dengan cara tragis yang dia buat sendiri.

by: azizbardja


Follow my Instagram: @azizbardja

No comments:

Post a Comment

Komentar cerdas menunjukan budaya yang baik!

Rantai Harap

   Kasus-kasus tentunya berharga Kejadian selalu tak terbendung Hidup seakan rantai makanan Selalu berputar secara sistematis Terjebak...