Di sebuah pulau kecil terdapat seorang yang merasa hampa dan
depresi dalam hidupnya. karena ia di tinggal pacarnya meninggal, sebenarnya mereka hampir menikah tetapi ketika pacarnya dalam perjalanan dari rumahnya untuk menikah, selama di jalan dia kecelakaan antara mobil dan truk, karena truk dengan kecepatan tinggi hilang kendali dan mengalami rem blong. Oleh sebab itu dia melarikan diri dari perkotaan dan tak
diketahui siapapun karna bingung dengan jalan hidupnya, selalu banyak masalah
yang menghampirinnya, agamapun dia tak punya. Dulu dia memang menganut agama
tertentu yang dipeluknya, tetapi itu hanya membuatnya semakin depresi yang
berkepanjangan yang tak ada habisnya, lalu dia memutuskan untuk tidak beragama.
Selama bertahun-tahun depresi yang di alaminya tak kunjung pulih. Padahal
sebenarnya dia sudah memiliki segalanya diantaranya teman, harta, dan apapun. Tapi
semua itu hanya sia-sia baginya dan tak bisa membuatnya pulih dari depresi. Sejujurnya
dia ingin memulainya dari awal tetapi dia selalu takut untuk melakukkanya karna
kegelapan yang selalu menghantuinnya dan selalu membisikinnya untuk melakukan
bunuh diri lalu ketika dia ingin melakukan itu semua dia berfikir bahwa dia tidak
sehebat yang dia pikirkan, kematian juga selalu menghantuinnya, selalu merasa
putus asa yang dia rasakan dan bingung dengan apa yang dia ingin lakukan untuk
merubah dirinnya kembali dari awal, dan dengan cara apa dia bisa melewati masa
kelamnya yang berkepanjangan. Sejujurnya dia sangat ingin menemukan orang yang
bisa membantunya keluar dari masalah yang dia dapatkan. Namun dia merasa rentan
untuk mendapatkan seseorang, dan dia merasa tak pernah ada teman yang mengerti
apa yang dia rasakkan selama ini. Hanya teman-teman dekatnya saja yang mau
mengerti waktu dia berada di perkotaan. Tetapi dia tak mau mendekati teman
dekatnya yang sebenernya ingin sekali membantunnya, karena merasa dirinnya paling
buruk di antara yang lainnya dan tak pantas hidup, Tak tau apalagi yang dia
harus katakkan, walaupun ada kata-kata yang terucap tetapi dengan siapa dia
berbicara untuk mengatakkan sebenarnya apa yang terjadi padannya, seakan tak
ada seorangpun yang merasa peduli dengannya, dia terus merasa jatuh dalam
kesalahannya sendiri, seakan dia merasa di ujung dunia yang sangat mengerikan.
Akhirnya dia bunuh diri dengan sebuah pisau yang berasal dari kayu yang ia buat
sendiri. Dan tak ada seorangpun yang tau bahwa dirinya mati dengan cara tragis
yang dia buat sendiri.
by: azizbardja
Follow my Instagram: @azizbardja


No comments:
Post a Comment
Komentar cerdas menunjukan budaya yang baik!