Tuesday, October 7, 2014

Motivation


Oke sebut aja namaku Radit, aku tinggal di rumah yang penuh debu dan polusi di kota  dan aku sedang menjalani perkuliahan. Yeep aku kuliah di perguruan tinggi terbaik di pelosok desa di sebuah kota besar, setelah masa sekolahku yang terasa krusial bagiku terlampaui, aku bertemu banyak teman di kampus dan tentu juga ramah, baik dan mengerti satu sama lain. Seiring berjalanya waktu mereka selalu bersamaku baik senang maupun duka. Setiap jam kuliah berakhir kami selalu mampir ke tempat makan favorit yang bisa menjadi basecamp kami setelah melepas penat di study perkuliahan. Disana kami bercerita tentang mereview apa yang di pelajari di perkuliahan tadi, buat tugas ataupun saling bercanda satu sama lain dan selalu begitu selama masa perkuliahan, setelah memasuki perkuliahan aku banyak pengalaman, dewasa, berfikir kritis juga aktif sebagai mahasiswa. Dan seiring berjalanya waktu aku mengetahui karakter mereka yang sangat berbeda-beda, ada yang berifikir secara logis, abstract ataupun biasa aja pemikiranya. Aku berfikir bagaimana aku bisa seperti mereka? Apa yang harus aku lakuin biar pemikiranku sejalan dengan mereka? Apa yang bisa di banggakan dari aku? Bagaimana mereka melakukanya? Aku bertanya pada diriku sendiri yang penuh kebodohan tapi juga berusaha mengejar prestasi di perkuliahan, mereka selalu menganggapku bodoh, iya memang aku bodoh dan ngga berguna sama sekali. Sarcasm dan satire selalu datang memberondongiku karena kebodohanku ini, sakit hati jelas, tapi aku bertahan dengan kesabaranku dan berusaha ga membalas perkataan mereka yang menyakitkan. Aku berusaha keras dengan belajar untuk merubah kebodohanku menjadi yang biasa tetapi bisa melakukan apa saja dalam bidang studiku dan mengejar keterlambatanku di semester awal, ya proses untuk menuju sukses memang ga semudah yang di bayangin dan harus ada kemauan dan usaha biar tercapai, dan menerima rasa malu yang sudah ku perbuat dulu. Di awal gagal memang terasa sangat down dan mungkin ga ada harapan lagi bakal nerusin kuliah, selalu tertekan dan menyesali apa yang telah terjadi, tapi mau bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur. Tapi aku berfikir lagi kalau aku ga kuliah, aku bakal kerja dan stuck di situ-situ aja ga ada kemajuan. Tapi it’s ok, harus langsung bangkit dan bergerak dengan motivasi dan doa yang ga pernah putus, aku sadar betapa pentingnya masa depan kelak yang akan ku jalani. Aku mau jadi apa kalau ga ada motivasi dalam diri sendiri dan hanya hidup seperti ini? Motivasi bisa datang karena ada semangat untuk maju dan Maju bisa datang karena kemauan dan hasrat yang membara untuk menggapai sesuatu. Belajar dan terus belajar tanpa kenal lelah, dan tidak ada kata terlambat untuk belajar, layaknya orang bermain gitar, bertahap dan bisa menguasai semuanya dengan perlahan namun pasti. Kalau ada kemauan pasti ada jalan, manusia sudah di tentukan takdir dan jalan hidupnya oleh tuhan, tetapi kita yang mengkontrol semua itu dan semua yang membuat itu terjadi adalah kita dan yang menentukan hasilnya juga kita sendiri, dan kita ga bisa nyalahin siapapun, banyak jalan untuk menuju sukses. Sebenarnya untuk menjadi sukses itu mudah, hanya butuh focus, lihat masa depan dan selalu effort untuk bisa menggapai apa yang kita mau. tetapi tergantung pada diri kita sendiri, mau maju dan berani menghadapi masa depan cerah atau menyerah?

by: azizbardja

Follow my Instagram: @azizbardja

No comments:

Post a Comment

Komentar cerdas menunjukan budaya yang baik!

Rantai Harap

   Kasus-kasus tentunya berharga Kejadian selalu tak terbendung Hidup seakan rantai makanan Selalu berputar secara sistematis Terjebak...