Tuesday, March 31, 2020

Rantai Harap

  


Kasus-kasus tentunya berharga
Kejadian selalu tak terbendung
Hidup seakan rantai makanan
Selalu berputar secara sistematis

Terjebak dalam kebodohan nurani
Sembilu lampau membunuh perlahan
Cemas, depresi, serta gejala kegilaan menimpa
Namun kusadari ini sementara waktu

Segala renungan dan sandar kubutuhkan
Berdamai dengan diri sendiri pula
Sampai terbit terang
Hingga harapan baru terbentuk kembali



by: azizbardja

Follow my Instagram: @azizbardja


Saturday, March 7, 2020

Cungkup



Rumah ini kubangun sederhana
Tak ada permintaan berlebih
Segalanya ku tuangkan disini
Terajut rumit namun mewah

Rumah ini kubangun dengan penuh segala emosi
Tak pernah mengelak atas apapun
Kerap kutemukan hal rumit
Sepi adalah damai

Rumah ini kubangun dengan baik
Hidup mati kuperjuangkan tuk selalu singgah
Tak dapat seorangpun melarang
Berdiri teguh atas dasar mimpi besar

Sampai kutemukan jawabnya
Segala sesuatu pasti bermakna
Hingga rumah ini menjadi puing
dan merajuk penuh amarah 


by: azizbardja

Follow my Instagram: @azizbardja


Friday, March 6, 2020

Seutas Asa





Semua telah sirna
Asa yang ku bangun dengan payah
Tuhan sebut semua ini terbuang percuma

Yang di Damba telah dilalap bosan
Harapan masa depan yang sudah tersusun rapi seketika berserakan
Bangkit adalah sebuah keharusan

Namun masih banyak burung yang berputar diatas tempurung kepala ini
Hal krusial terebut terus menghantui
Asa kan ku bangun kembali perlahan


by: azizbardja


Follow my Instagram: @azizbardja

Saturday, March 28, 2015

Farewell to My Friend



After a long time ago we’ve been through as a best friend, you've ever said we're more than a friend. But I thought this is the bullshit one! After I gave it all to you before, that was what you did to me, dude?

If it was what you want to do, it's gonna be "okay”, I could understand! I'll revenge more than what you did to me! I've realized that you just took advantage of me, just do what you want, but I’m sure you will cry me like a fuckin’ river, then you will found your grave. We've been falling apart. I’m sorry to curse you!

I would laugh like a devil, Yeah, I’m evil. If you arrive in heaven, you would throw away by heaven does and you've never been a holy soul, even hell wouldn’t take you anymore.

You've been stabbed me in the back, you’ve been betrayed at me. You’re inside of me, but never during this world has still pivoted. All that you’ve held in were let in by your own selves is shit!

NB: If you have a friend, please do everything for 'em as good possible coz' feedback of everything you did will come to you!

by: azizbardja


Follow my Instagram: @azizbardja

Sunday, November 2, 2014

Beautiful Time In The Future


Pada akhirnya semua telah berakhir dengan damai, dan aku bisa merasakan kesenangan dan bahagia yang dari dulu belum pernah aku rasakan bersama orang yang ada di dekatku selama ini. pepatah pernah mengatakan bahwa semua akan indah pada waktunya, dan itu sudah aku buktikan.

Ya nama aku Deni aku sedang menjalani kuliah yang masih berlangsung selama beberapa semester. Aku bukan orang yang pintar dan bukan juga yang bodoh dan tentunya, aku bukan anak dari orang yang suka menghamburkan uangnya untuk berfoya-foya ataupun menderita. Hidupku sederhana tetapi tetap ingin mendapatkan hidup yang layak suatu hari nanti. Akupun juga berusaha untuk membahagiakan orang tua ku, ya itu prioritas utamaku, menjadi seseorang yang sudah 1,5 tahun jauh dari orang tua untuk menimba ilmu dan jadi anak yang berbakti orang tua. Aku sudah 2 tahun lamanya mengindap penyakit paru-paru parah dan anehnya orang tua ku tidak tau menau tentang penyakitku ini dan aku tidak mau juga semua orang tau tentang penyakitku ini, aku juga mempunyai sahabat yang selalu mengerti semuanya dan selalu terbuka dan fair denganku sebut saja namanya Dini, Geny, Nisa mereka sangat baik pada ku semoga sampai kapan pun.

Pada pagi hari aku bersiap untuk berangkat kuliah menjalani rutinitasku yang setiap hari aku lakukan dan tanpa sadar membuatku bosan, tetapi mau bagaimana lagi. Ini tujuanku untuk menggapai cita-cita ku untuk masa depan ku, di perkuliahan aku terkadang merasa paling rendah di antara teman-teman yang lain, tetapi kenapa aku bisa masuk di universitas yang bilangnya besar dan banyak penghargaan yang sudah masuk universitas ini. Waktu itu aku sedang mengerjakan tugas dengan Dini dan Geny, aku sedang mengerjakan tugas yang biasa di bilang mahasiswa dengan sebutan dosen killer. Aku sedang sibuk membuat tugas tetapi Dini dan Geny dengan santainya mengobrol di depanku dan tak membantuku, sejujurnya aku tidak suka dengan sifatnya dan egonya itu, tetapi mau bagaimana lagi mereka sahabatku.

Aku bingung hari semakin bertambah, sifat mereka semakin berubah dan menjauh dariku entah kenapa. Suatu hari aku merasa sakit hati yang begitu dalam, aku merasa seperti di manfaatkan oleh mereka, aku tidak tahu mengapa seperti ini, dan ini kesempatanku untuk berbicara pada mereka. Dan sempat ada ketegangan di antara kami. Sebenarnya aku tidak tega jika aku berbicara seperti ini, tetapi kondisi ini memaksaku harus berbicara pada mereka, aku yang mulai pembicaraan dengan mereka saat mereka juga saling berbicara dan aku memotong pembicaraanya. Dini, Geny aku ingin jujur pada kalian, aku tidak suka sifat kalian belakangan ini. Kalian seperti memanfaatkan aku dan apa maksud kalian seperti ini? Dini dan Geny menjawab serentak, maksudnya bagaimana Den? Ya aku merasa kalian memanfaatkan aku dari segi apapun, dan aku tidak suka cara kalian, aku mohon rubah sifat kalian yang tidak aku suka. Dini, maaf Den tetapi aku tidak pernah merasa memanfaatkanmu. Tapi Din ada buktinya kalau kamu memanfaatkan aku, seperti kalau aku sedang membuat tugas, kalian justru santai mengobrol sedangkan aku saja yang sibuk membuat tugasnya, jujur saja Din, Gen aku sudah tidak kuat dengan kalian, tetapi siapa lagi kalau bukan kalian? Mana teman yang dulu pernah janji bakal mendukung satu sama lain? Aku kecewa sama kalian. Aku melihat wajah-wajah bersalah di sana dan Geny sepatah katapun dia lontarkan dari mulutnya yang manis.

Setiba di kos aku merenungkan diri dengan apa yang telah aku lakukan hari ini, jujur aku menyesal telah mengatakan ini semua, tetapi ini semua sudah berlalu begitu cepat. Aku sedang berfikir Dini dan Gen sedang apa disana? Biasanya mereka selalu bermain ke kosku setelah maghrib dan bercanda ataupun serius membuat tugas tapi sekarang di kos tepatnya di kamarku sepi dan akupun bosan, jenuh dan mulai diambang kebosanan dan kehilangan semangat. Akupun hangout sendiri di caffe yang aku sebut itu adalah basecampku dan sahabatku tetapi aku disini sendirian, aku hanya memesan secangkir kopi panas dan 1 batang rokok. Ya aku seorang perokok berat yang semantara ini tidak bisa aku hilangkan di setiap hariku untuk meredakan pikiran dan kejenuhan. Disela aku sedang menghisap rokok, aku melihat ada gadis cantik yang sedang duduk sendirian di meja 4. Rupanya yang cantik, anggun, dan memiliki mata yang bersinar aku kagum padanya dan tanpa aku sadari akupun jatuh cinta padanya padahal baru wal bertemu denganya. Akupun tidak segan-segan untuk mendekatinya hanya sekedar untuk berkenalan dan berbincang denganya. Namanya Qurotunisa sering dipanggil Nisa, dia sedikit tertutup dengan kepribadianya namun aku nyaman denganya dan aku meminta nomer hp hanya sekedar ingin curhat atau bertemu lagi suatu saat nanti. Ini awalku bertemu dengan gadis dan langsung jatuh cinta denganya. Waktupun mulai menunjukan pukul 10 malam akupun memutuskan untuk segera pulang ke kos dan meninggalkan Nisa disana. Setelah tiba di kos dengan perasaan hampa bercampur senang memikirkan gadis bernama Nisa yang bertemu di caffe tadi.

Aku tidak tahu harus berbuat apa, dan tugaspun belum aku sentuh sama sekali, rasanya semangatku setengah-setengah untuk mengerjakan tugas. aku putuskan untuk mengambil hp dan aku memulai dengan sambutan hangat. Di sms hubunganku dengan Nisa semakin nyaman padahal baru awal bertemu dan dengan cara sms aku bisa lebih dekat denganya. Dan Nisa berhasil membuatku melupakan masalah dengan sahabat-sahabatku kemarin, bahkan akupun tidak menjadikan kemarin adalah sebuah masalah dan kembali bersemangat untuk membuat tugas selesai pada malam itu.

Keesokan harinya seperti biasa aku berangkat kuliah pagi dengan membawa tugas seambrek tuntutan dosen dan melukiskan senyum lebar di wajahku. Ya mahasiswa selalu menganggap dosen itu adalah dewanya haha. Lalu aku mendekati Dini dan Geny pertamanya hanya berbasa-basi tetapi selanjutnya kami kembali akrab dan menganggap kemarin bukan sebuah masalah lagi, Kami berbincang seperti biasanya dan saling curhat setelah pulang kuliah, ya seperti biasa kuliah tidak ada dosen yang masuk dan di kampus sekedar mengumpulkan tugas lalu pulang.

Akhirnya kamipun bisa berkumpul bersama kembali di kosku seperti biasanya, tidak ada tugas untuk esok, kamipun bersantai dan mengawali curhat. Hey Dini, Geny aku kemarin bertemu dengan gadis anggun dan cantiknya begitu memanah hatiku. Dini menjawab siapa namanya? Nisa namanya kau tau awal bertemu dia aku seketika merasakan apa itu yang disebut cinta. Geny hanya diam, Dini menjawab oh ya? Memang siapa dia yang bisa membuatmu seketika jatuh cinta? Aku menjawab sejujurnya aku belum tau pasti siapa dia, dia sedikit tertutup tetapi entah kenapa aku nyaman denganya. Dini menjawab Haah? Kamu aneh ya Den, bisa seperti itu?. Geny pun hanya terdiam dan tiba-tiba dia mengajak Dini untuk segera pulang sesegera mungkin. Lhoh kalian mau kemana ko pulang secepat itu? Masih jam segini, biasanya kalian pulang larut malam?. Mereka pun tidak menjawab sepatah kata apapun. Aku tidak tahu kenapa.

Setelah itu aku masuk kekamar seperti biasa dan memikirkan kenapa Geny hanya terdiam tadi? Kenapa dia juga langsung mengajak pulang Dini begitu cepat? Apa salahku sehingga mereka seperti itu?. Aku bingung, apa yang harus aku lakukan. Badan mulai lemas seiring malam tiba dan akhirnya aku memutuskan untuk berbaring dan tertidur pulas.

Tiga hari berlalu Geny tetap hanya terdiam di kampus, Dini pun juga tidak mengerti kenapa dia seperti ini dan tidak seperti biasanya. Aku membujuk Geny tetapi dia hanya terdiam. Sifatnya terlihat aneh belakangan ini. Aku harus menyelidikinya sampai dapat.

Setelah aku selidiki sendiri, usut punya usut ternyata Geny cemburu padaku karena aku sedang dekat dengan seorang gadis yang aku temui di caffe waktu itu, aku tidak tahu harus bagaimana lagi aku bingung menghadapi ini semua. Geny sahabatku tetapi aku cinta dan sayang hanya kepada Nisa seorang. Aku berbicara dalam hati “Tuhan apa yang harus aku lakukan? Mohon bantu aku, tunjukan jalan yang lurus untuk hidupku yang di banjiri dengan segudang masalah yang hampir memakan diriku sendiri seiring berjalanya waktu”. Tidak hanya aku Dini pun mencoba untuk memberi saran kepadaku untuk meninggalkan gadis yang bernama Nisa itu. Tapi hatiku berkata tidak, karena aku sangat mencintainya, aku tidak bisa meninggalkanya dengan sekejap.

Hari mulai suram bagiku untuk menjalani hidup, maupun kuliahku yang sudah menginjak skripsi. Aku selalu memikirkan sahabatku juga skripsiku yang masih dalam proses penelitian dosen. Aku selalu berdoa agar semua bisa berjalan lancar dan aku tidak mau lagi berlama-lama berada disini. Bukanya melupakan masalah atau lari dari masalah, tetapi aku ingin mencoba untuk membalikan keadan seperti semula dan tanpa beban dari skripsiku.

Hari demi hari akhirnya skripsiku di setujui oleh dosen dan aku akhirnya lulus dan wisuda di hari itu juga. Aku bertemu dengan Geny, Dini dan tidak sengaja aku juga melihat Nisa yang ternyata juga satu perkuliahan yang sama denganku, tapi anehnya lagi dia sedang bergandengan dengan seorang pria yang juga berpakaian toga gagah, dan tampan. Hatiku lumpuh pada waktu itu dan tidak bisa berkata apapun. Lalu aku mendekati Geny dan aku berkata “Geny maafkan aku selama ini, aku tahu apa yang kau rasakan pada waktu lalu”. Geny menjawab Iya tidak apa-apa Den aku mengerti dan aku juga tahu diri siapa aku ini. Geny menjawab dengan senyuman yang manis dan belum pernah kulihat selama aku bersamanya.

Akhirnya acara wisuda telah selesai pada pukul 5 sore tepat sesudah penyerahan mahasiswa lulusan terbaik tahun itu. Tanpa aku sadari dan aku tidak percaya, akulah yang menjadi mahasiswa terbaik tahun itu, lalu aku mengucap kata syukur “Terimakasih Ya Tuhan, kau selalu membantu umatmu yang kesusahan”. Dan tepat pukul 07.30 setelah maghrib aku sudah memfikirkan hal ini dengan matang untuk mengungkapkan kata cintaku yang aku pendam selama ini terhadap Geny. Aku membawakan seutas bunga mawar pink kepadanya dan mengungkapan bahwa aku sudah suka dengan Geny sejak awal bertemu, tetapi aku tidak berani untuk mengungkapkanya dan berbicara jujur kalau aku mengungkapkan rasa cinta dan sayang kepada Nisa hanya pelampiasanku karena aku tidak sanggup mengungkapkan rasa cinta dan sayangku ke kamu Geny, sekali lagi maafkan aku. Lalu Geny menjawab “Iya aku maafkan”. Aku mengungkapkan perasaanku “apakah kau bersedia untukku lamar dirimu?” dan Geny berkata “Ya” dan tersenyum lebar. Akupun senang sekali akhirnya semua indah pada waktunya. Study lancar, Relationship juga lancar walaupun kadang relationship tidak selalu berjalan lancar.

Pada akhirnya Akupun menikahi Geny dan aku bekerja di perusahaan ternama, dan di karuniai putri kecil yang manis, hidup bahagia bersama sampai akhir hayat, Amin.

by: azizbardja


Follow my Instagram: @azizbardja

Tuesday, October 7, 2014

Motivation


Oke sebut aja namaku Radit, aku tinggal di rumah yang penuh debu dan polusi di kota  dan aku sedang menjalani perkuliahan. Yeep aku kuliah di perguruan tinggi terbaik di pelosok desa di sebuah kota besar, setelah masa sekolahku yang terasa krusial bagiku terlampaui, aku bertemu banyak teman di kampus dan tentu juga ramah, baik dan mengerti satu sama lain. Seiring berjalanya waktu mereka selalu bersamaku baik senang maupun duka. Setiap jam kuliah berakhir kami selalu mampir ke tempat makan favorit yang bisa menjadi basecamp kami setelah melepas penat di study perkuliahan. Disana kami bercerita tentang mereview apa yang di pelajari di perkuliahan tadi, buat tugas ataupun saling bercanda satu sama lain dan selalu begitu selama masa perkuliahan, setelah memasuki perkuliahan aku banyak pengalaman, dewasa, berfikir kritis juga aktif sebagai mahasiswa. Dan seiring berjalanya waktu aku mengetahui karakter mereka yang sangat berbeda-beda, ada yang berifikir secara logis, abstract ataupun biasa aja pemikiranya. Aku berfikir bagaimana aku bisa seperti mereka? Apa yang harus aku lakuin biar pemikiranku sejalan dengan mereka? Apa yang bisa di banggakan dari aku? Bagaimana mereka melakukanya? Aku bertanya pada diriku sendiri yang penuh kebodohan tapi juga berusaha mengejar prestasi di perkuliahan, mereka selalu menganggapku bodoh, iya memang aku bodoh dan ngga berguna sama sekali. Sarcasm dan satire selalu datang memberondongiku karena kebodohanku ini, sakit hati jelas, tapi aku bertahan dengan kesabaranku dan berusaha ga membalas perkataan mereka yang menyakitkan. Aku berusaha keras dengan belajar untuk merubah kebodohanku menjadi yang biasa tetapi bisa melakukan apa saja dalam bidang studiku dan mengejar keterlambatanku di semester awal, ya proses untuk menuju sukses memang ga semudah yang di bayangin dan harus ada kemauan dan usaha biar tercapai, dan menerima rasa malu yang sudah ku perbuat dulu. Di awal gagal memang terasa sangat down dan mungkin ga ada harapan lagi bakal nerusin kuliah, selalu tertekan dan menyesali apa yang telah terjadi, tapi mau bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur. Tapi aku berfikir lagi kalau aku ga kuliah, aku bakal kerja dan stuck di situ-situ aja ga ada kemajuan. Tapi it’s ok, harus langsung bangkit dan bergerak dengan motivasi dan doa yang ga pernah putus, aku sadar betapa pentingnya masa depan kelak yang akan ku jalani. Aku mau jadi apa kalau ga ada motivasi dalam diri sendiri dan hanya hidup seperti ini? Motivasi bisa datang karena ada semangat untuk maju dan Maju bisa datang karena kemauan dan hasrat yang membara untuk menggapai sesuatu. Belajar dan terus belajar tanpa kenal lelah, dan tidak ada kata terlambat untuk belajar, layaknya orang bermain gitar, bertahap dan bisa menguasai semuanya dengan perlahan namun pasti. Kalau ada kemauan pasti ada jalan, manusia sudah di tentukan takdir dan jalan hidupnya oleh tuhan, tetapi kita yang mengkontrol semua itu dan semua yang membuat itu terjadi adalah kita dan yang menentukan hasilnya juga kita sendiri, dan kita ga bisa nyalahin siapapun, banyak jalan untuk menuju sukses. Sebenarnya untuk menjadi sukses itu mudah, hanya butuh focus, lihat masa depan dan selalu effort untuk bisa menggapai apa yang kita mau. tetapi tergantung pada diri kita sendiri, mau maju dan berani menghadapi masa depan cerah atau menyerah?

by: azizbardja

Follow my Instagram: @azizbardja

Sunday, September 28, 2014

Regret


   Sebut saja namaku Fani, aku anak tunggal yang riang namun pendendam. Dulu waktu ku kecil aku selalu di didik orang tuaku dengan moral, sifat, sopan santun yang terbaik, tetapi itu hanya sia-sia setelah ku beranjak 10th dan menginjak masa remaja yang sering di sebut dengan sebutan “liar”. Dulu waktu kecil ortu selalu bilang “harus selalu ucapkan salam saat masuk kedalam rumah”, “saling menghormati” atau apalah. Tapi itu dulu sewaktu aku masih kecil. Dan tentunya sebelum menginjak tahun yang sebentar lagi remaja. Waktu terus berputar dan aku lambat laun semakin besar pemikiranku untuk melakukan sesuatu. Aku masih sekolah dan duduk di kelas 1 di sekolah menengah pertama terfavorit di sebuah kota yang besar di pusat kota aku memang pintar, cerdas tetapi aku terkadang merasa bodoh dengan egoku sendiri. Aku di ajarkan gurukku dengan sopan santun dan ramah tetapi aku selalu mengejeknya ataupun mencercannya dengan kata-kata pedas. “Guru kolot, jelek, lamban” yaaa, namun gurukku selalu sabar menghadapi tingkahkku yang selalu nyeleneh, tapi tidak dengan guru BK ku yang galaknya minta ampun, kaya monsternya di One Piece besar banget sebut saja namanya Bu Praptik. Waktu itu aku bertengkar dengan teman sekelasku di karenakan saling ejek orangtua, salah satu dari kami tidak terima dengan ejekan yang di lontarkan temanku sebut saja namanya Toni, dia pertama memukul kepalaku namun meleset dan aku balas pukulannya dan mengenai rahangnnya dan darah bercucuran, teman-teman yang lain hanya melihat, lalu ada guru yang bingung kenapa ada keramaian. Dan melihat bahwa aku dan Toni sedang berkelahi, lalu kami dilerai oleh salah satu teman kami yang badanya agak besar dan di bawa keruang BK di situlah aku di ceramahi sang guru BK sampai 2jam aku dan Toni duduk disana, akhirnya aku membantah dan membentak guru BK di depan guru-guru lainnya yang melihat. Lalu aku keluar dari ruang BK dan mengambil tas di kelas lalu pulang, padahal masih ada pelajaran waktu itu, tapi tak ku hiraukan, dan aku putuskan hari rabu besok aku tak berangkat ke sekolah, padahal besok ada tes tapi tak apalah, dan hari rabu telah terlewati sedikit bosan memang di rumah, dan hari kamis pun dating. Aku mengikuti pelajaran biasa walaupun kadang aku tidak mendengarkan apa yang di bicarakan guruku. “Creeeeeeng” lonceng telah berbunyi dan bergegaslah aku pulang dengan tergesa-gesa karena ada yang harus aku lakukan di rumah, apalagi kalau ga main game haha, memang seru.. Tiba-tiba ibu memanggil Fani.. Fani… Ibu dapat surat dari sekolahmu kalau kamu harus di keluarkan di sekolah karna kamu sudah berbuat salah. Apa yang kamu lakukan kemarin? Ibu bertanya, tidak melakukan apa-apa bu… Aku sedang asyik bermain game dan tiba-tiba ibu membanting PSku dan waktu itu aku terdiam tanpa kata, dan ibu tanya lagi tentang tadi, apa yang kamu lakuin di sekolah kemarin? Aku menjawab, aku memukul temanku dan membentak bu Praptik guru BK bu.. Kenapa km nglakuin ini semua? Ibu bertanya, soalnya dia ngejek nama ibu sama bapak, makanya aku ga trima terus langsung aku tonjok dia bu.. Ibu langsung menjawab kamu harus pertanggung jawabin apa yang kamu lakuin kemarin, kalau bu guru ngmong “kamu harus keluar dari sekolah, yaudah keluar aja”. Dan akhirnya aku keluar dari sekolah karna hal sepele dan gak masuk akal. Dan seharian aku dirumah terasa membosankan, PS rusak, ortu juga tidak ada yang peduli dengan ku lagi dan aku putuskan besok pagi aku keluar dari rumah dan tak akan pernah kembali lagi. Dan aku hidup di jalanan sendirian selama tiga hari dan taka ada yang peduli padaku. Lapar, sepi, dan butuh kasih sayang yang benar-benar tulus dari orangtua, tapi kadang aku berfikir temanku dan semuanya, mereka sebenarnya telanjang.. Iya telanjang dengan sifat dan egonya yang setiap hari membakar tubuh mereka habis-habisan.. dan kadang aku juga berfikir, mereka juga suka menjegal.. Iya mereka menjegal kesenanganku, dan tak suka jika melihatku senang, karna menurut penilaianya senang-senangku membawa petaka dan masalah besar, dan aku juga kadang termenung diam kadang hidup itu tak adil dan seakan tak akan membiarkan kita mampu melewati suatu masalah yang membuat kita tertekan, tapi tak apa jalani aja kataku dalam hati, aku terus mencari cara untuk mendapatkan teman dari jalanan yang liar ini, penuh kejahatan dan tak adil, dan di penuhi rasa sakit di hati. Akhirnya aku menemukan teman yang selalu menemaniku dan menjadi teman curhatku, sebut saja namanya Doni, dia seorang pengamen jalanan yang nasibnya hamper sama sepertiku, dia baik dan pengertian, lalu kami jalani waktu-waktu bersama, hampir 3 tahun aku hidup di jalanan, kami berbagi cerita, pengalaman dan saling peduli, tetapi, seiring jalannya waktu sifatnya semakin aneh dan tak seperti biasanya, dan aku tidak tau kenapa. Dia meninggalkan ku saat ku sedang tertidur pulas, sekitar jam 10 siang aku mencarinya kesana kemari tapi tak kutemukan dia, dimana dia, aku kesepian disini, tak tau harus berbuat apa, dan dengan siapa aku curhat untuk meluapkan kegundahan di hati ini, dan di saat aku sedang mencarinya, aku bertemu dengan teman sekelasku Toni, yang dulu pernah bertengkar dengan ku, aku sebenarnya masih ada rasa dendam denganya. Lalu aku panggil dia dari kejauhan dan meletakan minumanya di meja di sebuah warung kecil lalu dia menghampiriku, lalu aku memukulnya dengan keras dan dia oleng ke pinggir jalan, dan kami terlibat saling pukul dan tak ada yang melerai, orang-orang di sana hanya melihat dan sebenarnya yang seperti ini bukan barang tontonan dan tak boleh di tiru oleh siapapun dan melukai seseorang tanpa sebab itu tidak boleh, akhirnya dia memukulku dan giliran aku yang dibuatnya oleng ke pinggir jalan, lalu Toni berkata “kau itu tidak pantas hidup, walaupun kau hidup itupun taka da gunanya, kau itu hanya menyusahkan saja, kau seperti nyamuk yang mengganggu dan harus di bunuh”. Aku tidak bisa apa-apa, dan berkatapun sudah tak bisa, karna pukulan keras dari Toni tadi membuatku terkapar dan tak berdaya. Lalu Toni mengambil pisau kecil di belakang bajunya, dan di tusukanya pisau itu ke perutku menusukan ke seluruh bagian tubuhku kecuali kepala, dia mencabik-cabik seluruh tubuhku dan aku tak bisa berkata, dan hanya melihat apa yang terjadi dan setengah sadar, lalu Toni melarikan diri entah kemana.. Dan aku menatap ke atas dengan pandangan kosong, aku berkata dalam hati “Semua ini kesalahanku, maafkan aku ibu, ayah, maafkan aku teman-teman ku tak terkecuali Toni yang berusaha membalaskan dendamnya kepadaku”. Dan badan ku di angkat oleh seseorang dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Dan aku di nyatakan tewas di rumah sakit itu. Aku melihat bagian tubuhku telah memudar dengan darah yang berceceran di mana-mana, dan aku tak tau mau aku bawa kemana jiwa yang kosong tanpa raga dan di penuhi dosa yang tak akan pernah surut. Dan selang 2 hari, ragaku sudah di bawa kerumah oleh keluargaku dan segera di kuburkan di kuburan terdekat, agar jiwaku tenang disana. Setelah ragaku terkubur jiwaku mengikuti ragaku keliang kubur, aku merasa di sini tempat yang gelap, tak ada lampu, tak ada teman dan sunyi. Orang yang telah layat dan usai menguburkan raga dan jiwaku perlahan meninggalkanku dan mulai terasa sunyi, tiba-tiba aku merasakan panas da nada yang berbicara padaku dan berusaha memberiku pertanyaan yang sangat mengerikan, jiwa dan ragaku mulai terbakar habis dan tak tersisa, dan di ulangi terus menerus. Aku merasa rindu dengan orangtua yang aku sayangi dan teman-temanku yang aku kasihi, rasanya ingin bertemu dengan mereka, aku sangat rindu mereka, tanpa sadar air mataku menetes dan hatiku terasa tercabik-cabik dengan rasa penyesalanku. Aku bertanya pada diriku, kenapa aku melakukan semua ini dan baru merasakan resiko itu sekarang?. Dan jika waktu bisa di putar kembali, aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu dan selalu berbuat baik pada seseorang, namun semua itu hanya sia-sia, tubuhku sudah tidak berbentuk seperti manusia biasa, aku ini sudah menjadi daging busuk yang hanya membuat orang menyingkir bila dekat dengan ku, tubuhku tak berdaya, di penuhi belatung yang menggerogoti tubuhku yang mulai habis. Dan bukan hanya tubuhku mati, tetapi jiwaku juga mati dengan siksaan hidup.

by: azizbardja


Follow my Instagram: @azizbardja

Rantai Harap

   Kasus-kasus tentunya berharga Kejadian selalu tak terbendung Hidup seakan rantai makanan Selalu berputar secara sistematis Terjebak...